Bitcoin Bergejolak Usai The Fed Naikkan Suku Bunga 25 bps, Analis Berbeda Pandangan soal Arah Berikutnya
Ringkasan Pasar AI
Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bp yang sudah banyak diperkirakan memicu penurunan singkat BTC dan rebound cepat, menegaskan bahwa ekspektasi kebijakan makro tetap menjadi pendorong utama jangka pendek bagi risiko kripto. Komentar terbagi: sebagian melihat level terendah baru-baru ini sebagai dasar yang bertahan, sementara yang lain menyoroti level cost-basis pemegang on-chain utama sebagai magnet potensi penurunan. Arus keluar ETF, imbal hasil Treasury yang lebih tinggi, dan dinamika likuidasi menambah sensitivitas terhadap setiap pergeseran menuju jalur pengetatan yang diperbarui.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+1.45%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pasar Bitcoin dan kripto bergejolak pada Rabu setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga 25 basis poin. The Fed menaikkan kisaran target ke 3,75%–4%. Langkah ini sudah banyak diperkirakan, tetapi BTC sempat turun singkat ke bawah US$75.000 sebelum pulih ke sekitar US$76.400.
Pandangan analis soal kelanjutan pergerakan harga masih terbelah. Doctor Profit menilai reaksi turun itu tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menyatakan dasar (bottom) Bitcoin sudah terbentuk di US$57.000. Ia juga mengatakan tetap menahan BTC yang dibeli di kisaran US$60.000–US$64.000 dan tidak berencana menjual. Sebelumnya, ia menyebut area US$71.000 sebagai level "max pain" pasar, sambil mempertahankan target optimistis menuju US$88.000.
Di sisi lain, Ali Martinez mengaku bersiap menghadapi gelombang jual lanjutan. Ia menyoroti Short-Term Holder Realized Price Bitcoin di sekitar US$71.200 sebagai level kunci. Jika BTC turun lebih jauh, area tersebut disebutnya berpotensi menjadi zona akumulasi.
Santiment mencatat lonjakan tajam percakapan di media sosial terkait FOMC, suku bunga, dan kenaikan 25 bps menjelang rapat. Sebelum keputusan suku bunga keluar, Bitcoin juga sudah ditekan sejumlah faktor. Harga aset kripto ini terkoreksi setelah sehari sebelumnya mengalami hambatan terkait CLARITY Act. Arus keluar ETF, kenaikan imbal hasil Treasury, dan likuidasi turut menambah tekanan.
Fokus pasar kini bergeser pada pertanyaan utama: apakah kenaikan kali ini hanya langkah terisolasi atau awal dari siklus pengetatan baru. Proyeksi terbaru The Fed mengarah pada setidaknya satu kali kenaikan lagi pada 2026, membuat arah kebijakan berikutnya tetap menjadi perhatian pelaku pasar kripto.
Santiment menilai pelaku pasar sebelumnya sempat mempertimbangkan skenario kenaikan suku bunga yang jauh lebih agresif. Proyeksi terbaru memberi patokan yang lebih moderat, dengan satu kenaikan 25 bps tambahan berada di pusat ekspektasi saat ini. Bagi Bitcoin, fase berikutnya akan sangat ditentukan oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.
Inflasi yang lebih lunak, harga energi yang menurun, atau data ekonomi yang melemah dapat menggeser ekspektasi ke arah lebih dovish. Sebaliknya, inflasi yang tetap tinggi berisiko mendorong ekspektasi ke arah pengetatan. Santiment menyimpulkan, skenario bullish bertumpu pada asumsi bahwa pasar sudah terlebih dulu mematok jalur yang lebih buruk, kenaikan pertama sudah lewat, dan satu kenaikan tambahan masih bisa dikelola jika inflasi mulai mendingin. Untuk aset kripto, arah ekspektasi ke depan dinilai lebih menentukan dibanding kenaikan 25 bps yang baru saja terjadi.