Seoul Kembali Borong Emas, 13 Tahun Setelah Sempat Stop

Ringkasan Pasar AI
Bank of Korea akan melanjutkan pembelian emas fisik untuk pertama kalinya sejak 2013 dan juga telah menambahkan ETF emas, memperkuat akumulasi bank sentral yang sedang berlangsung. Meskipun laju yang direncanakan (sekitar 4–5 ton/tahun) sengaja dibuat moderat dibandingkan cadangan yang ada, langkah ini menambah permintaan struktural secara bertahap dan menandakan kembali kepercayaan pada emas sebagai diversifikator cadangan di tengah rekor pembelian bank sentral pada kuartal II yang dilaporkan oleh World Gold Council.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCOGOLD2USD/USDT+0.68%
Wawasan AI · NCCOGOLD2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bank of Korea (@bok_hub) akan kembali membeli emas fisik untuk pertama kalinya sejak 2013. Pembelian sempat dihentikan setelah bank tersebut menuai kritik publik karena membeli 90 ton emas mendekati puncak harga pada 2011. Menurut angka Korea Economic Daily, emas batangan yang dibeli saat itu kini bernilai sekitar US$11,8 miliar, dibandingkan biaya pembelian sekitar US$4,7 miliar. Bank sentral juga dilaporkan menambah eksposur melalui ETF emas pada kuartal lalu. Langkah kali ini dibuat sangat terbatas: pembelian hanya untuk bullion yang dimurnikan di dalam negeri, sekitar 4–5 ton per tahun. Dengan skala itu, komposisi cadangan tidak akan cepat berubah dari posisi saat ini sebesar 104,4 ton. Seoul masuk ke tren yang sedang ramai. World Gold Council mencatat, bank sentral global membeli rekor 288,9 ton pada kuartal II.