Bank of England Uji Pembayaran Stablecoin dan Lapisan Penyelesaian Pound Digital untuk Pembiayaan Perdagangan UKM bersama Konsorsium Polygon
Ringkasan Pasar AI
Laboratorium Pound Digital Bank of England memilih konsorsium yang dipimpin Polygon untuk menguji alur kerja pembiayaan perdagangan yang menggabungkan pendanaan di muka stablecoin dengan penyelesaian menggunakan pound digital serta profil identitas/kredit UKM yang dapat digunakan kembali. Meski tidak ada dana riil yang digunakan, proyek ini menandakan meningkatnya kenyamanan institusional terhadap stablecoin yang teregulasi, lapisan penyelesaian bergaya CBDC, dan persetujuan/verifikasi berbasis smart contract. Dalam jangka pendek, ini mendukung narasi interoperabilitas publik-swasta dan dapat meningkatkan perhatian pada penyedia infrastruktur pembayaran blockchain.
Level dampak
● Sedang
Wawasan AIWawasan AI
▲ Bullish
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bank of England menunjuk konsorsium yang dipimpin Polygon—melibatkan NOBO Finance dan Dun & Bradstreet—untuk Fase 2 Digital Pound Lab. Fokus uji coba diperluas ke skema pembiayaan perdagangan bagi UKM yang menggabungkan pembayaran stablecoin, lapisan penyelesaian berbasis pound digital, serta identitas bisnis yang dapat digunakan kembali guna mempercepat proses.
Apa yang diuji
Di dalam lingkungan lab yang terisolasi (tanpa nasabah dan tanpa uang sungguhan), ada dua jalur kerja yang saling terhubung:
1) "SME Bankable Profile": profil kelayakan pembiayaan yang menyatukan data transaksi dari dompet digital (berdasarkan persetujuan), feed open finance, serta intelijen komersial milik Dun & Bradstreet untuk menghasilkan keluaran kredit yang dapat dipakai ulang dan sudah "pra-kualifikasi". Polygon menyediakan smart contract untuk manajemen persetujuan, verifikasi, dan logika siklus pembiayaan; NOBO memimpin koordinasi. Profil ini dirancang tetap berada di bawah kendali UKM dan dapat dibawa saat mengajukan pendanaan ke pihak lain.
2) Factoring invoice berbasis electronic bill of lading (eBL) dengan dua jalur uang digital dalam satu transaksi: eksportir menerima uang muka dalam stablecoin, sementara importir Inggris menyelesaikan pelunasan akhir dalam pound digital. Polygon Open Money Stack dipakai untuk sisi stablecoin, dompet, serta jalur on/off-ramp fiat.
Mengapa penting
Pembiayaan perdagangan lintas negara kerap melambat akibat verifikasi multipihak dan waktu penyelesaian yang panjang, sehingga modal kerja perusahaan kecil tertahan. Eksperimen konsorsium menargetkan pemendekan siklus tersebut melalui:
- Portabilitas penilaian kredit yang berbasis persetujuan, sehingga UKM tidak perlu mengulang uji tuntas yang sama pada setiap pemberi dana.
- Pembuktian interoperabilitas antara stablecoin privat dan penyelesaian bergaya CBDC, menunjukkan beragam bentuk uang digital dapat berjalan berdampingan dalam satu alur perdagangan.
Pernyataan para pihak
Sara de la Torre, Head of Financial Services di Dun & Bradstreet, menekankan bahwa "kelancaran trade finance untuk UKM bergantung pada kepercayaan", dan menyebut Commercial Graph akan memudahkan verifikasi perusahaan kecil. Marc Boiron, CEO Polygon Labs, menyatakan uji coba ini mengukur apakah "uang bank sentral dan stablecoin, publik dan privat" dapat bekerja bersama, dengan skema eksportir menerima stablecoin dan importir menyelesaikan dengan pound digital. Ayo Ojerinola, Founder dan CEO NOBO Finance, menyebut lab ini sebagai "lingkungan aman untuk menguji inovasi", serta menyoroti kebutuhan koordinasi alur kerja, data, dan penyelesaian di antara banyak peserta.
Peran Polygon dan kesiapan infrastrukturnya
Polygon menyediakan Open Money Stack, lapisan integrasi modular yang menggabungkan konversi fiat, dompet, penyelesaian stablecoin, dan smart contract agar institusi dapat berpindah antara fiat dan stablecoin tanpa membangun jalur terpisah. Polygon sebelumnya mengintegrasikan PayPal USD ke dalam stack ini dan menyatakan jaringannya telah menyelesaikan lebih dari US$2,6 triliun transaksi stablecoin untuk klien termasuk Revolut dan Stripe. Peningkatan teknologi pada 2026—pemangkasan rata-rata waktu blok menjadi 1,75 detik, throughput teoretis yang lebih tinggi, serta transfer stablecoin privat berbasis zero-knowledge melalui Hinkal—menggarisbawahi dorongan perusahaan menuju infrastruktur pembayaran yang teregulasi.
Konteks: Digital Pound Lab dan arah regulasi Inggris
Digital Pound Lab adalah lingkungan eksperimen Bank of England untuk mengeksplorasi bagaimana CBDC ritel dapat beroperasi berdampingan dengan sistem pembayaran yang ada dan yang baru. Bank belum memutuskan menerbitkan pound digital; fokusnya memetakan kebutuhan desain dan infrastruktur. Deputy Governor Sarah Breeden memberi sinyal ekosistem pembayaran ritel Inggris ke depan dapat mencakup tokenized deposits, stablecoin yang teregulasi, dan kemungkinan pound digital.
Perkembangan regulasi berjalan paralel. Inggris merampungkan aturan stablecoin baru pada Juni yang menetapkan batas penerbitan awal £40 miliar per token dan mengizinkan hingga 70% cadangan ditempatkan pada surat utang pemerintah jangka pendek. Terpisah, Digital Securities Sandbox milik Bank of England dan FCA memiliki 16 perusahaan—termasuk HSBC dan Euroclear—yang menyiapkan peluncuran aset tertokenisasi mulai akhir 2026.
Intisari
Fase 2 Digital Pound Lab menghadirkan testbed publik-swasta yang pragmatis untuk dua komponen penting modernisasi trade finance: profil kredit UKM yang dapat digunakan ulang berbasis persetujuan, serta penyelesaian mixed-rail yang menggabungkan stablecoin privat dengan uang bergaya bank sentral. Jika berhasil, uji coba ini akan menunjukkan model interoperabilitas yang dapat diterapkan untuk implementasi CBDC di masa depan dan use case stablecoin teregulasi yang memberikan manfaat langsung bagi eksportir dan importir skala kecil.