Saham AMD Tergelincir 7% Usai Rilis Kinerja; Belanja Modal Tembus US$800 Juta

Ringkasan Pasar AI
AMD melaporkan pendapatan Q2 rekor dan pertumbuhan pusat data yang kuat, namun saham turun setelah jam perdagangan karena belanja modal melonjak dan arus kas bebas menurun secara berurutan, memunculkan kekhawatiran jangka pendek tentang konversi kas di tengah percepatan belanja infrastruktur AI. Panduan pendapatan Q3 dan prospek margin kotor solid, dan kemitraan penerapan Helios/MI450 menandakan momentum permintaan, namun reaksi pasar menyoroti sensitivitas terhadap meningkatnya intensitas investasi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSKAMD2USD/USDT-2.61%
Wawasan AI · NCSKAMD2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Saham Advanced Micro Devices (AMD) turun lebih dari 7% pada perdagangan setelah penutupan bursa, Selasa, meski produsen chip itu membukukan pendapatan kuartal II yang mencetak rekor. Sentimen tertekan setelah belanja modal (capex) melonjak tajam dibanding kuartal sebelumnya. Sepanjang kuartal tersebut, AMD menggelontorkan US$808 juta untuk pembelian properti dan peralatan, naik dari US$389 juta pada kuartal I serta US$282 juta pada periode yang sama tahun lalu. Untuk enam bulan pertama 2026, capex mencapai US$1,2 miliar, dibanding US$494 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Free cash flow turun menjadi US$1,56 miliar dari US$2,57 miliar pada kuartal I, meski masih lebih tinggi dibanding US$1,18 miliar setahun lalu. Arus kas operasi dari kegiatan berkelanjutan tercatat US$2,37 miliar, turun dari US$2,96 miliar pada kuartal sebelumnya dan naik dari US$1,46 miliar tahun lalu. AMD melaporkan pendapatan rekor US$11,54 miliar, meningkat 50% dari US$7,69 miliar setahun lalu dan naik 13% dibanding kuartal I. Laba per saham (adjusted) mencapai US$1,66, dari US$0,48 setahun sebelumnya. Laba bersih (adjusted) melonjak 253% menjadi US$2,76 miliar, sementara laba operasional (adjusted) naik menjadi US$3,09 miliar dari US$897 juta. Secara GAAP, AMD membukukan laba bersih US$2,3 miliar atau US$1,38 per saham terdilusi, dibanding US$872 juta atau US$0,54 per saham pada kuartal yang sama tahun lalu. Pendapatan segmen data center lebih dari dua kali lipat menjadi US$6,72 miliar dari US$3,24 miliar setahun sebelumnya, didorong permintaan prosesor AMD EPYC dan akselerator Instinct. Segmen ini menyumbang 58% dari total pendapatan kuartalan AMD dan menghasilkan laba operasional US$2,1 miliar. Pendapatan client dan gaming naik 6% menjadi US$3,84 miliar. Rinciannya, pendapatan client naik 23% menjadi US$3,06 miliar, sedangkan pendapatan gaming turun 31% menjadi US$779 juta akibat melemahnya pendapatan semi custom. Pendapatan embedded bertambah 19% menjadi US$977 juta dan membukukan laba operasional US$386 juta. Di akhir kuartal, AMD memiliki kas, setara kas, dan investasi jangka pendek sebesar US$13,11 miliar, naik dari US$12,35 miliar pada kuartal I. Total utang relatif stabil di US$3,23 miliar. Untuk kuartal III, AMD memproyeksikan pendapatan sekitar US$13 miliar, dengan toleransi plus atau minus US$300 juta. Titik tengah proyeksi ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 41% secara tahunan dan 13% secara kuartalan. Perusahaan memperkirakan margin kotor (adjusted) bertahan di sekitar 56%. CEO Lisa Su menyatakan penjualan data center diperkirakan kian cepat pada paruh kedua tahun ini seiring meningkatnya permintaan EPYC serta meluasnya implementasi akselerator Instinct dan platform scale rack Helios. AMD menyebut sistem Helios telah digunakan oleh Anthropic, Meta, Microsoft, OpenAI, Oracle, dan pelanggan AI lainnya. AMD juga mengumumkan kesepakatan dengan Anthropic terkait implementasi hingga dua gigawatt akselerator MI450 Series yang dipasang dalam rak Helios.