CEO Aave Nilai Usulan EIP Ethereum Berisiko Pangkas Potensi Pinjaman dan Imbal Hasil ETH
Ringkasan Pasar AI
CEO Aave berpendapat bahwa sebuah EIP yang dapat membatasi imbal hasil staking ETH pada 0% di atas tingkat staking 50% akan membuat imbal hasil ETH tidak stabil dan berpotensi tidak ekonomis, sehingga melemahkan permintaan institusional yang terkait dengan arus kas yang dapat diprediksi. Ia memperingatkan bahwa hal itu akan mengganggu strategi pinjam-meminjam ETH dan strategi imbal hasil di seluruh DeFi, membuat permintaan pinjaman condong ke arah posisi short dan berpotensi mengalihkan pencari beta+carry ke stablecoin atau jaringan alternatif.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
ETH/USDT+0.45%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ChainCatcher melaporkan, menanggapi sebuah usulan EIP yang diajukan komunitas Ethereum, pendiri sekaligus CEO Aave Stani Kulechov menyampaikan penolakannya melalui sebuah unggahan. Menurutnya, proposal tersebut tidak mencapai tujuan yang dimaksud dan justru merugikan Ethereum.
Stani menyoroti ide pembatasan imbal hasil staking ETH menjadi 0% ketika tingkat staking melampaui 50%. Ia menilai mekanisme itu membuat imbal hasil staking menjadi tidak dapat diprediksi dan tidak menguntungkan—bahkan berpotensi tidak layak sama sekali—bagi banyak peserta. Kondisi ini disebutnya dapat menjadi faktor penghambat besar bagi pembeli institusional yang mempertimbangkan eksposur ETH, karena mereka bisa beralih ke jaringan lain dengan arus kas yang lebih dapat diperkirakan, sehingga menimbulkan biaya adopsi yang signifikan.
Ia menambahkan, pemangkasan imbal hasil hingga nol akan membuat strategi lending ETH pada praktiknya sulit dijalankan, sekaligus menghapus peluang pinjaman dan yield berbasis ETH. Dalam skenario itu, alasan meminjam ETH hanya tersisa untuk kebutuhan short-selling. Di sisi lain, pemegang yang mengincar beta ETH sekaligus yield berpotensi memindahkan dana ke aset berbunga lain seperti stablecoin.
Stani menegaskan, dari sudut pandang pribadi, proposal tersebut melemahkan kelayakan ETH sebagai aset dan membatasi potensinya. Ia meminta agar proposal tidak dilanjutkan, seraya memperingatkan bahwa banyak pelaku dapat mengalihkan perhatian ke jaringan alternatif, serta menekankan bahwa Ethereum tidak semestinya dihukum karena pertumbuhannya.