1j yang lalu
Futures Dow Jones turun hampir 350 poin, saham AS diproyeksikan dibuka melemah saat minyak tembus $108 dan yield Treasury melampaui 5%
Serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi mendorong Brent menembus $108 per barel dan memperkuat kekhawatiran inflasi, sementara imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun menembus level 5% dan futures Dow Jones turun hampir 350 poin. Pasar bersiap menghadapi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Rabu. Kesiapan itu menguat setelah data menunjukkan harga konsumen AS pada Agustus meningkat lebih cepat, dan inflasi inti mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan terakhir.
1j yang lalu
2j yang lalu
Saham Eropa merosot ke level terendah tiga bulan, terdampak lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi
Saham Eropa jatuh ke level terendah tiga bulan pada Selasa, tertekan lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,8% ke 630,99 poin, dengan sektor perbankan dan jasa keuangan memimpin pelemahan. UBS anjlok 4,2% setelah CEO Bank of America memperingatkan biaya investment banking pada kuartal ketiga diproyeksikan turun setidaknya 10%. Pelaku pasar juga mencermati keputusan suku bunga Federal Reserve AS pekan ini.
2j yang lalu
2j yang lalu
Sensex anjlok lebih dari 1.300 poin dari puncak harian, Nifty turun di bawah 23.200 saat kapitalisasi pasar susut Rp 9 lakh crore
Bursa saham India melemah tajam, dengan Sensex jatuh lebih dari 1.300 poin dari puncak harian dan Nifty turun di bawah 23.200, sementara kapitalisasi pasar menyusut sekitar Rs 9 lakh crore. Imbal hasil US Treasury 10-year menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2023, memicu kekhawatiran suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu aksi jual luas.
2j yang lalu
3j yang lalu
WTI ditutup di $100.05 untuk pekan yang berakhir 11 September, naik 9.37% di tengah gangguan Hormuz
Minyak mentah WTI ditutup di $100.05 untuk pekan yang berakhir 11 September, naik 9.37% dari penutupan pekan sebelumnya di $91.48. Kenaikan dipicu serangan terhadap kapal tanker, turunnya arus melalui Selat Hormuz, dan pasokan Saudi yang lebih ketat sehingga premi risiko meningkat. Momentum dinilai masih kuat namun sudah tegang, dengan $104.46 sebagai level breakout ke atas dan $90.87 sebagai acuan penurunan mingguan.
3j yang lalu
3j yang lalu
Brent naik 8,65% pada pekan yang berakhir 11 September, ditopang gangguan Hormuz dan turunnya pasokan Saudi hingga melampaui $100
Harga minyak mentah Brent naik 8,65% pekan ini dan ditutup di $104.61, didorong serangan terhadap kapal tanker, serangan di jalur pelayaran, serta berkurangnya arus melalui Selat Hormuz yang menaikkan premi risiko geopolitik. Momentum teknikal masih terlihat konstruktif. Namun Brent mendekati puncak pekan di $110.19. Jika ketegangan mereda, pasar berisiko menghadapi volatilitas ke bawah.
3j yang lalu
3j yang lalu
Indeks PHLX Semiconductor turun 5.86% ke 11,131.28 pada 14 September seiring kekhawatiran perlambatan belanja infrastruktur AI
Indeks PHLX Semiconductor turun 5.86% menjadi 11,131.28 poin pada 14 September, setelah peringatan terkait keselamatan AI memunculkan pertanyaan atas laju belanja infrastruktur AI. Penurunan ini mendorong pelaku pasar menilai ulang prospek permintaan sektor semikonduktor. Fokus analisis mencakup risiko momentum serta level teknikal kunci yang menjadi penentu arah berikutnya.
3j yang lalu