8j yang lalu
S&P pertahankan peringkat kredit Indonesia BBB/A-2, sebut tekanan fiskal berpotensi sementara
S&P Global mempertahankan peringkat kredit kedaulatan Indonesia di BBB/A-2 dengan prospek stabil, menilai tekanan fiskal belakangan ini kemungkinan bersifat sementara dan dapat diimbangi oleh kenaikan harga komoditas serta pemangkasan belanja. Langkah ini berbeda dengan Moody’s dan Fitch yang sebelumnya memangkas prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia menyebut keputusan tersebut memperkuat kepercayaan investor global terhadap pengelolaan ekonomi. Seorang pejabat Bank Indonesia mengatakan rupiah masih memiliki ruang penguatan, setelah mata uang itu sempat menyentuh level terendah historis sekitar 18.000 per dolar AS.
8j yang lalu
6-19
Saham Jepang dan Korea Selatan cetak rekor saat Brent turun 1% ke US$79.03 per barel
AS mencabut blokadenya terhadap Iran dan Selat Hormuz kembali dibuka, sehingga kapal tanker kembali melintas. Brent crude futures pada Jumat turun 1% ke US$79.03 per barel, memperlebar penurunan mingguan menjadi 9.5%. Di Asia, Nikkei 225 Jepang mencetak rekor untuk hari kelima beruntun dan naik 8.5% dalam sepekan, sementara indeks acuan Korea Selatan naik 3.1% dan menguat 15.3% dalam sepekan. Pasar saham di China daratan, Hong Kong, dan Taiwan tutup karena libur.
6-19
6-18
Saham AS turun, dolar menguat setelah The Fed menaikkan proyeksi inflasi
The Fed menaikkan perkiraan inflasi PCE akhir tahun menjadi 3,6% dari 2,7% pada Maret dan proyeksinya memberi sinyal para pembuat kebijakan memperkirakan satu kenaikan suku bunga pada akhir 2026. Dolar menguat terhadap euro dan mata uang utama lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik. Di pasar energi, harga minyak ditutup sedikit lebih tinggi seiring pasar mengantisipasi penandatanganan kesepakatan damai Washington–Teheran yang diharapkan membuka kembali Selat Hormuz. Pada saat yang sama, stok minyak mentah negara-negara anggota OECD turun pada Mei ke level terendah sejak 1990, menurut Badan Energi Internasional.
6-18