Apa Itu Pocket Network (POKT) dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Pocket Network (POKT) adalah protokol infrastruktur blockchain terdesentralisasi yang dirancang untuk menyediakan akses terbuka dan tanpa izin ke data blockchain. Alih-alih mengandalkan penyedia RPC terpusat, Pocket Network memungkinkan aplikasi Web3 untuk mengambil data melalui jaringan terdistribusi dari operator node independen. Pendekatan ini meningkatkan ketahanan terhadap sensor, mengurangi titik kegagalan tunggal, dan sejalan dengan prinsip inti desentralisasi.
Pocket Network bekerja dengan menghubungkan aplikasi dan blockchain melalui sistem berbasis relay. Pengembang mempertaruhkan token POKT untuk mengakses sejumlah throughput jaringan yang telah ditentukan (diukur dalam relay), yang pada dasarnya adalah permintaan data ke blockchain yang didukung. Relay ini secara acak diarahkan ke node terdesentralisasi, memastikan tidak ada node tunggal yang mengontrol pengiriman data sambil mempertahankan keandalan dan kinerja dalam skala besar.
Operator node mengamankan jaringan dengan mempertaruhkan POKT dan melayani relay dari aplikasi. Sebagai imbalannya, mereka memperoleh reward POKT karena berhasil mengirimkan data blockchain dengan akurat. Protokol menggunakan verifikasi kriptografi dan insentif ekonomi untuk menjaga kejujuran node, sementara mekanisme tata kelola memungkinkan komunitas untuk mengusulkan peningkatan dan perubahan parameter. Secara bersama-sama, ini menciptakan lapisan infrastruktur yang berkelanjutan dan terdesentralisasi untuk aplikasi Web3 di puluhan blockchain.
Kapan Pocket Network Diluncurkan?
Pocket Network (POKT) didirikan pada tahun 2017 oleh tim yang termasuk Michael O'Rourke, Valeria Benitez Florez, Pabel Nunez Landestoy, dan Luis Correa de Leon, yang mengidentifikasi kebutuhan akan alternatif terdesentralisasi untuk layanan API blockchain terpusat. Setelah beberapa tahun pengembangan, mainnet proyek secara resmi diluncurkan pada Juli 2020 dengan protokol aslinya yang disebut Morse, memungkinkan relay data bergaya RPC terdesentralisasi untuk aplikasi Web3. Sejak saat itu, Pocket Network terus berkembang, mencapai milestone penting seperti upgrade Shannon pada Juni 2025, yang merestrukturisasi sistem untuk akses tanpa izin penuh dan tokenomics deflasioner.
Roadmap Pocket Network: Milestone Utama
- Juli 2020 – Peluncuran mainnet dengan protokol Morse, mendesentralisasi relay data blockchain.
- 2023–2024 – Peningkatan progresif memperluas chain yang didukung dan kinerja jaringan.
- 3 Juni 2025 – Penyelesaian upgrade Shannon, memungkinkan infrastruktur tanpa izin penuh dan basis Cosmos SDK modular.
- 3 Januari 2026 – DAO mengesahkan PIP-41 memperkenalkan tokenomics deflasioner dimana sebagian POKT yang dicetak dibakar secara permanen.
- 10 Februari 2026 – Upgrade protokol Phoenix v2 yang ditujukan untuk meningkatkan ekonomi node, throughput, dan keamanan.
Berkelanjutan – Ekspansi ke infrastruktur enterprise, tooling API universal, integrasi cross-chain, dan kemitraan ekosistem yang lebih luas.
Untuk Apa Token POKT Digunakan?
Token POKT adalah mesin ekonomi inti dari Pocket Network. Token ini digunakan untuk staking, akses jaringan, dan insentif di seluruh protokol. Operator node mempertaruhkan POKT untuk menjalankan node infrastruktur dan memperoleh reward karena melayani relay data blockchain, sementara pengembang mempertaruhkan POKT untuk membayar akses RPC terdesentralisasi dan throughput aplikasi. POKT juga berperan dalam tata kelola protokol, memungkinkan komunitas untuk memberikan suara pada peningkatan, parameter ekonomi, dan perubahan jaringan jangka panjang.
Anda dapat memperdagangkan token POKT di pasar spot BingX dengan
mendepositkan USDT, mencari pasangan trading
POKT/USDT, dan menempatkan
order market atau limit berdasarkan strategi Anda. BingX menyediakan grafik harga real-time, likuiditas yang dalam, dan alat trading intuitif, memudahkan untuk membeli atau menjual POKT dengan aman.
Apa Itu Tokenomics Pocket Network?
POKT memiliki supply maksimum tetap yang besar yaitu lebih dari 2,3 miliar token, dengan mayoritas sudah beredar. Protokol mengikuti model penerbitan berbasis utilitas, dimana POKT baru dicetak terutama untuk memberi reward kepada operator node yang berhasil melayani relay data. Pada saat yang sama, pengembang harus mempertaruhkan POKT untuk mengakses throughput jaringan, menciptakan permintaan berkelanjutan yang terkait langsung dengan penggunaan infrastruktur nyata daripada spekulasi semata.
Mengikuti peningkatan protokol utama, Pocket Network telah memperkenalkan mekanisme deflasioner, dimana sebagian emisi terkait relay dapat diimbangi atau dibakar seiring pertumbuhan penggunaan jaringan. Pergeseran ini secara bertahap mengurangi inflasi token bersih seiring meningkatnya adopsi, membantu menyeimbangkan pertumbuhan supply dengan permintaan. Secara keseluruhan, tokenomics POKT dirancang untuk memberi reward kepada penyedia infrastruktur yang andal, mendorong partisipasi jangka panjang, dan mengikat nilai token secara erat dengan konsumsi data Web3 yang aktual.