8j yang lalu
Reli bursa Thailand berpeluang berlanjut, target SET dinaikkan hingga 1730 poin
Sejumlah perusahaan sekuritas menaikkan target indeks Stock Exchange of Thailand (SET), dengan proyeksi tertinggi mencapai 1730 poin. Revisi ini didorong oleh perbaikan laba emiten, momentum ekonomi yang menguat, serta arus dana asing yang kembali masuk dengan net inflow 28 miliar baht secara month-to-date dan putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan dekret pinjaman darurat pemerintah senilai 400 miliar baht sah. Secara valuasi, SET diperdagangkan sekitar 17 kali estimasi laba 2026, namun tanpa Delta Electronics (Thailand) rasio forward P/E turun menjadi 13.1 kali. Imbal hasil dividen estimasi 2026 sebesar 3.6% juga disebut berada jauh di atas rata-rata MSCI All Country World Index sebesar 1.7%.
8j yang lalu
9j yang lalu
ERC Thailand siapkan kenaikan biaya bahan bakar listrik Ft dari 0.16 menjadi 0.94 baht per kWh mulai September
Komisi Regulasi Energi Thailand (ERC) mengumumkan rencana menaikkan fuel tariff (Ft) hampir lima kali lipat dari 0.16 baht/kWh menjadi 0.94 baht/kWh, yang akan mendorong tarif listrik naik mulai September. Tarif listrik saat ini 3.95 baht per unit akan tetap berlaku hingga akhir Agustus. Penyesuaian ini dipicu proyeksi kenaikan harga Pool Gas 8% menjadi 375 baht/mmBtu serta kebutuhan membayar kembali utang subsidi Egat sebesar 31.2 miliar baht. Konsultasi publik dibuka hingga 20 Juli.
9j yang lalu
7-11
Saham Asia menguat meski bentrokan AS–Iran kembali memanas
Amerika Serikat menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran “berakhir” di tengah saling serang baru, sementara pelayaran melalui Selat Hormuz kembali melambat. Harga minyak Brent sempat melonjak ke $79 per barel sebelum turun ke $76.30. OPEC+ sepakat menaikkan kuota kumulatif 940,000 barel per hari untuk menahan harga minyak. Di Thailand, inflasi Juni melambat ke 2.42% dan harga eceran solar serta bensin dipangkas lebih dari 2.5 baht per liter; indeks SET naik 0.6% dalam sepekan ke 1621.55 poin dengan investor asing membukukan net buy 16.35 miliar baht.
7-11
6-22
Pengamat: gencatan senjata AS–Iran bisa tekan harga minyak ke sekitar US$70 per barel
Seorang pakar ekonomi AS dan China menilai gencatan senjata antara AS dan Iran berpotensi menurunkan harga minyak mentah global ke sekitar US$70 per barel. Ia mengatakan peluang negosiasi gencatan senjata kini lebih besar karena Presiden AS Donald Trump ingin menekan inflasi, di tengah CPI 4.25% dan PPI lebih dari 6% yang didorong kenaikan harga minyak. Menurutnya, Washington dapat melonggarkan sanksi minyak terhadap Iran serta memberi ruang perdagangan yang lebih bebas bagi minyak Rusia dan Venezuela untuk menambah pasokan global. Pernyataan tersebut merupakan proyeksi jalur kebijakan dan tidak merujuk pada kesepakatan atau tindakan yang telah dikonfirmasi.
6-22
6-18
Ketua The Fed Kevin Warsh tolak beri proyeksi suku bunga saat The Fed tahan bunga di 3.50%-3.75%
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh tidak menyerahkan proyeksi suku bunga dalam proyeksi ekonomi kuartalan bank sentral, sebuah langkah yang memutus kebiasaan. The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3.50%-3.75%. Dot plot terbaru menunjukkan 18 dari 19 pejabat menyerahkan proyeksi, dengan hampir setengah menilai kenaikan suku bunga dibutuhkan tahun ini dan enam memperkirakan perlu lebih dari satu kenaikan 0.25 poin. Perubahan fokus ini terjadi di tengah kekhawatiran inflasi yang dipicu energi dan risiko kenaikan harga bahan bakar merembet ke inflasi inti, menurut proyeksi yang dipublikasikan The Fed.
6-18
6-17
Thailand lanjutkan larangan ekspor minyak olahan saat konsumsi diesel tembus 77 juta liter per hari
Kementerian Energi Thailand menegaskan larangan ekspor minyak olahan tetap berlaku, dengan pengecualian pengiriman terbatas ke Laos dan Myanmar serta sebagian avtur tertentu ke tiga negara Asia Tenggara. Kebijakan ini dipertahankan di tengah ketegangan berkelanjutan antara Iran, Israel, dan AS yang memicu kekhawatiran gangguan arus minyak, produk kimia, dan LNG di sekitar Selat Hormuz. Permintaan diesel domestik meningkat menjadi lebih dari 77 juta liter per hari, sementara tekanan persediaan mendorong sejumlah kilang termasuk PTT Global Chemical menurunkan kapasitas pengolahan 15%. Langkah tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa pasokan energi olahan global akan semakin ketat.
6-17